Pembuatan Film Pendek IT In Millennial Daily Life dengan Teknik Handheld dan Continuity Cutting
DHN Sari, Herocyma, S Kurniati, A Chusyairi
Dipublikasikan pada JTIM: Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia 1 (4), Vol. 0, No. 302-310 (2020).
Pengajuan, review, penerbitan, dan diseminasi ilmiah terintegrasi OJS dalam satu portal institusi.
Gunakan akun AIS untuk mengakses pengajuan, review, dan pengelolaan jurnal.
Jurnal ilmiah JTIM: Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia 1 (4)
Akses terbuka untuk sivitas akademika dan peneliti terhadap publikasi ilmiah pada jurnal ini.
Penulis dapat mengajukan naskah melalui portal jurnal eCampus atau OJS institusi.
Metadata artikel mendukung pengindeksan OAI-PMH, Google Scholar, dan SINTA.
Daftar publikasi ilmiah yang terhimpun pada jurnal ini.
DHN Sari, Herocyma, S Kurniati, A Chusyairi
Dipublikasikan pada JTIM: Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia 1 (4), Vol. 0, No. 302-310 (2020).
A Kharismasari, IN Ridho, NY Kinanti, A Chusyairi
Film pendek Allure Of Culture bercerita tentang daya Tarik budaya bagi generasi muda saat ini. Film ini berlatar di daerah Banyuwangi dan Banyuwangi sendiri memiliki banyak kearifan lokal budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Banyuwangi supaya menjadi daya Tarik pengunjung domestik maupun internasional, termasuk kaum remaja. Mereka tidak lupa akan budaya berbahasa, walaupun sekarang sudah jarang yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing, mereka tidak mau melupakan bahasa daerah. Manfaat dari film pendek Allure Of Culture yaitu berusaha mengajak dan memberi edukasi kepada masyarakat Indonesia khususnya kaum muda agar tidak lupa untuk tetap melestarikan kebudayaan daerah masing-masing. Salah satunya dengan tetap menggunakan bahasa daerah sehari-harinya. Tidak hanya bahasa, di film ini juga mengajarkan tetap menjaga kebudayaan setempat, contohnya jika di Banyuwangi adat kebo-keboan. Film ini menggunakan Teknik editing Continuity Cutting. Teknik Continuity Cutting adalah metode editing film yang berisi penyambungan dari dua buah adegan yang mempunyai kesinambungan. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah memproduksi film yang bertujuan untuk mempromosikan kebudayaan yang ada di Banyuwangi kepada seluruh Indonesia, juga mengajak masyarakat Indonesia khususnya kaum muda untuk melestarikan kebudayaan setempat dengan cara tetap menggunakan bahasa daerah sehari-hari dan tetap menjaga kearifan lokal budaya setempat.